Interprofessional Collaboration dan Health Care and System Model

79

Interprofessional Collaboration dan Health Care and System Model

Pada Pengabdian Masyarakat Korban Gempa Sulawesi Barat

(Muhammad Irwan, Risnah)

Tanah mandar dengan wilayah administrasi Sulawesi barat, tiba-tiba terhentak oleh gempa bumi dengan kekuatan magnetudo 6,2 SR yang melanda pada Jumat, 15 Januari 2021 Pukul 02.28 WITA di Kecamatan Malunda, Majene dan Tapalang, serta Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Menurut sejarah, kejadian terakhir  gempa bumi di wilayah ini pernah terjadi pada tahun 1984 yang dibarengi tsunami pada saat itu. Walaupun kejadian bukan menjadi hal baru namun tetap juga gempa bumi  menimbulkan kepanikan dan korban harta dan jiwa yang luar biasa. Tercatat jika gempa saat ini mengakibatkan korban jiwa  sebanyak 105 jiwa. dengan 3000 lebih jiwa luka luka serta 8000 jiwa lebih mengungsi. Bangunan dan gedung hancur, rumah dan kantor pemerintahan serta rumah sakit runtuh dan rata dengan tanah. Sungguh sebuah peristiwa kemanusiaan yang memilukan hati, sehingga gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung dari 15 hingga 28 Januari 2021.

Penyerahan bantuan untuk korban gempa yang diterima oleh Kepala Desa Bambangan

Tergerak dari panggilan jiwa manusia sebagai makhluk sosial yang selayaknya harus tolong menolong dalam suka maupun duka maka founder Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) Dr. Nur Hidayah SKep.Ns.M.Kes bersama tim yang juga merupakan  dosen dan mahasiswa di Universitas Islam Negeri Aaluddin Makassar melakukan koordinasi bersama dalam program pengabdian masyarakat dengan menawarkan kolaborasi dengan Pimpinan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pasca gempa ke wilayah terdampak bencana.

Tim Relawan dari YPMIC Makassar san Fikes Unsulbar

            Komunikasi yang intens terkait dengan strategi dan teknis pelaksanaan dalam kegiatan perencanan bersama akhirnya melahirkan sinergitas dalam program pengabdian masyarakat terbingkai kolaborasi. Masing-masing pihak memaksimalkan potensi yang dimiliki dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam. Fakultas Ilmu Kesehatan melibatkan seluruh civitas akademik yang terdiri atas pimpinan fakultas, staf, dosen dari berbagai profesi, yakni dokter, perawat, fisioterapi, ahli gizi, mahasiswa S1 keperawatan dan profesi Ners serta alumni profesi Ners. Sedangkan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas juga menghadirkan dosen, mahasiswa dan alumni dari jurusan keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Pemeriksaan dan Pengobatan Medis korban gempa.

Seusai masa tanggap darurat disepakati sebagai waktu pemulihan dan pemberdayaan yang tepat untuk masyarakat terdampak bencana. Pertimbangan akses melintasi provinsi Sulawesi Selatan ke Sulawesi Barat yang membutuhkan waktu maka kegiatan dijadwalkan selama 4 hari yakni tanggal 1 – 4 Februari 2021 di lokasi desa terjadinya gempa  dan pengungsian masyarakat,  yaitu desa Bambangan kec malunda kab Majene serta ke posko pengungsian yang terletak di SMA Negeri 1  Tinambung Kab polewali mandar propinsi Sulawesi Barat.

 Mengingat undang-undang RI No. 2004 tahun 2007 pasal 26 menjelaskan bahwa “setiap orang berhak mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan bencana”. Pada kenyataannya jika korban bencana tidak memandang jabatan, usia, maupun jenis kelamin. Korban bencana bisa berasal dari kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pada health care system model juga yang berasal dari sistem teori umum yang berfokus pad klien sebagai suatu sistem (bisa berupa individu, keluarga, kelompok atau masyarakat) dan respon klien terhadap stressor. Sistem klien ini mencakup lima variabel (fisiologis, psikologis, sosial budaya, tumbuh kembang dan spiritualitas).

Trauma Healing bagi anak-anak pengungsi korban gempa

Program kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian msayarakat pasca gempa secara umum mencakup seluruh kelompok usia. Pada bayi dilakukan pijat bayi untuk stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, pada anak dilakukan terapi bermain yang menjadi bagian dari program trauma healing, pada ibu dilaksanakan manajemen laktasi (Perawatan payudara, teknik menyusui dan edukasi gizi ibu dan anak), pada usia dewasa dilakukan pemeriksaaan kesehatan umum dan tak luput juga pada lansia dilakukan terapi aktifitas kelompok. Semua kegiatan tersebut harapannya dapat meminimalkan dampak fisiologis dan psikologis masyarakat akibat gempa bumi yang terjadi.

Pelatihan massage baby bagi ibu -ibu korban gempa

Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini secara nyata memperlihatkan makna dari kolaborasi yang sedikit berbeda dengan kerjasama. Adanya  keterkaitan terhadap hubungan yang awet, tidak mudah rusak, proses dan struktur yang baru, perencanaan yang komprehensif, komitman terhadap usaha dan sumber daya menjadi hal yang menjadi prioritas dalam kolaborasi. Selain itu determinan interkasional ialah komponen interpersonal hubungan antar anggota tim yang sangat diperlukan dalam proses kolaborasi. Seperti kesediaan dalam berkomunikasi, adanya saling percaya, menghormati dan komunikasi. Kondisi tersebut teraplikasi dengan baik dalam sebuah kegiatan penutup program pengabdian masyarakat di kunjungan silaturahmi penjajakan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat.