BELAJAR DARI COVID-19

144

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei yang merupakan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara lahir di Pakualam pada tanggal 2 Mei 1889, beliau dikenal sebagai bapak pendidikan dan merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, Politisi, kolumnis, dan pelopor pendidikan bagi putra putri Indonesia di jaman Hindia Belanda. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 29 April 2020 ditengah pandemi global covid-19 telah mengeluarkan pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini yang mengambil tema Belajar Dari Covid-19. Dikutip dari www.covid19.go.id  pada saat ini (update tanggal 01 Mei) jumlah orang yang terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 10.551 orang, sembuh 1.591 dan meninggal 800 orang.

Selama hampir 6 bulan pandemi covid-19 telah tersebar ke 214 negara dengan jumlah 3.145.407 yang terkonfirmasi dan meninggal 221.823 orang. Seperti peristiwa yang lain ada berbagai pelajaran yang dapat kita ambil dari pandemi covid-19. Hal-hal yang selama ini dianggap sepele kini mulai sangat diperhatikan, misalnya cuci tangan pakai sabun. Kampanye cuci tangan dimulai secara global sejak tahun 2008 yang dilatarbelakangi tingginya angka kematian anak-anak yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan diare. Sejak masuknya virus  SARS Cov-2  pada awal bulan Maret yang lalu di Indonesia, covid 19 telah mengajarkan kita untuk memperhatikan dan mempraktekkan cuci tangan pakai sabun, dan menariknya adalah hampir semua Instansi pemerintah dan organisasi profesi maupun yang lain menghimbau kepada masyarakat agar rajin mencuci tangan dengan sabun, masyarakat pun banyak yang turut berpartisipasi dengan menyediakan  air dan sabun di depan toko-toko mereka bahkan diantaranya ada yang menyediakan di depan rumah mereka.

Pandemi covid-19 juga mengajarkan dunia pendidikan cara belajar yang baru dengan Study from home, belajar secara daring menggunakan berbagai macam aplikasi dari sosial media sampai aplikasi yang memang khusus dirancang untuk belajar secara online, dari mulai siswa SD sampai Perguruan tinggi demikian juga guru maupun dosen dipaksa untuk mengenal dan menggunakan berbagai macam aplikasi agar dapat tetap melaksanakan proses pembelajaran. Ada begitu banyak aplikasi yang dapat digunakan dari yang gratis sampai yang berbayar, seperti google classroom, Edmodo, Microsoft team, google hangout, quipper, zenius, zoom cloud meeting dan lain-lain. Kemendikbud pun telah bekerjasama dengan 12 aplikasi untuk pembelajaran daring seperti: Rumah Belajar, Meja Kita, Icando,IndonesiaX, Google for education, Kelas Pintar, Microsoft office 365, Quipper School,Ruang Guru, Sekolahmu,Z enius dan Cisco Webex. (sumber: www.kompas.com)

Pandemi covid-19 juga secara tidak sengaja telah mempercepat laju Revolusi Industri 4.0 dikalangan masyarakat Indonesia, saat ini berbelanja secara online tidak lagi hanya digunakan oleh orang-orang tertentu tapi hampir semua lapisan masyarakat telah menggunakannya baik dengan platform social media ataupun aplikasi yang memang didesain khusus untuk belanja online. Saat ini mereka yang taat pada imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah juga mulai menggunakan mobile banking untuk  berbagai transaksi yang dilakukan beberapa diantaranya juga telah menggunakan pembayaran non tunai seperti OVO, DANA, Link Aja atau yang lainnya untuk melakukan transaksi pembelian atau pembayaran iuran. Rapat melalui video telekonferensi juga telah menjadi hal yang lumrah terutama pada kantor pemerintah maupun swasta ditambah dengan elearning, maraknya webinar, telekonferensi.

Pelajaran berikutnya yang cukup penting yang terjadi di masyarakat adalah covid 19 mengharuskan kita untuk mematuhi himbaun pemerintah, mereka yang selama ini seringkali tidak menaati aturan pemerintah bahkan diantara mereka ada yang mengkritik kebijakan pemerintah, mengejek atau bahkan menghujat saat ini kemudian menjadi orang yang taat dan patuh pada pemerintah dengan menggunakan dalil bahwa pemerintah adalah Ulil Amri yang harus ditaati.

Diantara sekian banyak pelajaran  yang dapat diambil sebagai pelajaran dari Covid 19 yang paling penting menurut penulis adalah bahwa manusia merupakan mahluk yang lemah dan tak berdaya sehingga tidak pantas untuk sombong dan angkuh dihadapan Sang Pencipta, meskipun manusia saat ini telah menciptakan berbagai macam teknologi tetapi mereka bahkan tidak mampu melawan mahluk yang sangat kecil dan tak kasat mata. Bahkan negara yang tercatat sebagai negara maju dan memiliki berbagai macam teknologi justru yang menduduki peringkat teratas negara terbanyak yang terkonfirmasi covid-19. Dikutip dari www.worldometers.info/  (update 1 Mei 2020) USA diperingkat pertama dengan total kasus 1.095.304. kedua Spanyol dengan jumlah kasus 239.639, dan peringkat ketiga adalah Italia dengan jumlah kasus 205.639.

Semoga kita tetap sehat dan terhindar dari virus covid 19, bersama kita lawan covid 19 dan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020.(*)

Oleh: Ishak, S.Ft., Physio.

#BelajarDariCovid19, #DiRumahAja, #BersamaLawanCovid19