Asesmen Lapangan Prodi D4 Terapi Gigi Fikes Unsulbar

28

Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyelenggarakan Asesmen Lapangan untuk Program Studi Sarjana Terapan (D4) Terapi Gigi di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Acara pembukaan berlangsung di Ruang Rapat Fikes Unsulbar pada Senin, 11 Mei 2026, dan dipimpin langsung oleh Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si.

Kegiatan ini menghadirkan  dua anggota Tim Asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yaitu Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari, MDSc. yang berasal dari Semarang, dan Eldarita, S.Si.T., MDSc. dari Yogyakarta. Mendampingi Rektor dalam acara tersebut antara lain Wakil Rektor II, Dekan Fikes Dr. Habibi, SKM., M.Kes., para Wakil Dekan, Ketua Lembaga, serta sejumlah dosen di lingkungan Fikes.

Menjawab Kebutuhan Kesehatan Gigi di Sulbar

Dekan Fikes, Dr. Habibi, menyoroti urgensi keberadaan Prodi Terapi Gigi di Sulawesi Barat. Berdasarkan data Riskesdas, lebih dari 60 persen masyarakat Sulawesi Barat mengalami karies gigi, sementara ketersediaan tenaga terapis gigi sangat terbatas  hanya satu tenaga untuk melayani sekitar 15.000 penduduk.

Ia berharap program studi ini dapat menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan gigi, menjangkau fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga masyarakat di wilayah pesisir. Dr. Habibi juga menyatakan keterbukaan pihaknya terhadap masukan dari para asesor guna mendorong peningkatan kualitas prodi ke depan.

Sementara itu, Rektor Prof. Abdy menegaskan bahwa proses asesmen ini memiliki makna lebih dari sekadar penilaian administratif. Menurutnya, akreditasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan standar mutu pendidikan, bukan semata target akhir yang ingin dicapai. Universitas, tegasnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendukung prodi.

Di sisi lain, Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari, mengapresiasi kesiapan dan komitmen pimpinan Unsulbar terhadap budaya mutu. Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim asesor bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian kondisi di lapangan dengan dokumen yang telah disampaikan, sekaligus memberikan rekomendasi pengembangan. Meski terbilang baru, semangat untuk terus tumbuh dan berkualitas dinilai menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Pelaksanaan asesmen ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan akademik Unsulbar, khususnya dalam menghasilkan tenaga kesehatan gigi yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Barat dan sekitarnya.